HeadlineNews

Pemerintah Pusat Gerak Cepat, 253 Ton Bantuan Gempa NTT Disalurkan hingga Hari Kelima

 JOGJA. PUSARAN.ONLINE-Langkah sigap pemerintah pusat dalam menanggulangi dampak musibah bencana alam gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menuai apresiasi dari kalangan akademisi. Penanganan bencana yang dinilai bergerak cepat, tanggap, dan terkoordinasi dengan rapi tersebut terbukti dari pengiriman bantuan logistik yang terus mengalir secara bertahap sejak awal kejadian hingga hari kelima paska-gempa.

​Berdasarkan data terkini, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya kembali memberangkatkan tambahan logistik bantuan gempa sebanyak 65 ton ke lokasi terdampak di NTT pada pukul 04.00 WIB. Pengiriman subuh tersebut menambah deretan bantuan yang telah disalurkan pemerintah pusat, sehingga total bantuan logistik yang telah dikirimkan secara kumulatif kini telah mencapai 253 ton.

​Bantuan yang digelontorkan mencakup berbagai kebutuhan mendesak bagi para korban di pengungsian, mulai dari obat-obatan, makanan, minuman, tenda darurat, pakaian, hingga perlengkapan pendukung lainnya.

​Pengamat sekaligus dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Theofransus Litaay PhD, menyampaikan rasa lega dan apresiasinya atas kesigapan jajaran pemerintah pusat di bawah fungsi koordinasi Sekretariat Kabinet.

​”Gerak cepat dan rapi dari pemerintah ini melegakan kita, harapannya saudara-saudara kita di NTT bisa segera dapat pulih kembali,” ujar Theofransus Litaay saat diwawancarai wartawan.

​Menurut mantan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) tersebut, langkah taktis yang ditunjukkan oleh Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya terbukti ampuh mendorong terciptanya sinergi antarinstansi dalam merespons kondisi darurat di lapangan

​”Fungsi koordinasi Pak Teddy cekatan dan membuat semua instansi pemerintah yang lain ikut terlibat. Semoga lancar mitigasi dan upaya bantuan dari Jakarta, saudara kita di NTT sungguh membutuhkan,” tutur Theo.

Guna memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan merata, pemerintah pusat turut mengerahkan kekuatan armada militer berupa 3 Kapal Republik Indonesia (KRI) dan belasan helikopter. Langkah ini diambil untuk menembus titik-titik lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur biasa.

​Selain moda transportasi udara dan laut, pemulihan jalur darat juga menunjukkan hasil positif. Akses jalan darat utama berhasil dibuka dan kembali dapat dilalui sejak hari kedua pascabencana, sehingga pengiriman bantuan logistik dari titik kumpul dapat didistribusikan lebih efektif.

​Saat ini, pemerintah pusat telah mendirikan dua posko utama penanganan bencana yang berlokasi di Labuan Bajo dan Maumere. Keberadaan dua posko utama ini ditargetkan mampu menjangkau dan menyisir seluruh kabupaten yang terdampak gempa secara menyeluruh.(***)

Related Posts

1 of 31