JOGJA PUSARAN ONLINE-Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Pada Minggu (6/9/2026), empat rumah warga diperbaiki melalui dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan gotong royong.
Keempat rumah tersebut masing-masing milik Wahyu Bawono, warga Kelurahan Rejowinangun, Subagyo, warga Kelurahan Pandeyan, Yeni Nurkana, warga Kelurahan Tahunan, dan Andreas Santoko, warga Kelurahan Muja Muju.
Perbaikan didukung CSR Bank BPD DIY dan Bank Syariah Indonesia (BSI), serta gotong royong sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta bersama masyarakat setempat.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengapresiasi semakin banyaknya pihak yang terlibat dalam program perbaikan RTLH. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa upaya menyediakan hunian yang layak merupakan tanggung jawab bersama.
“Yang mendukung bedah rumah ini tambah banyak, tambah hari tambah banyak. Biasanya BPD DIY sama Baznas, hari ini hadir BSI,” kata Hasto.
Hasto menegaskan, perbaikan RTLH tidak hanya menyasar kondisi fisik bangunan, tetapi juga kesehatan dan sanitasi keluarga. Saat meninjau salah satu rumah, ia menemukan sejumlah bagian yang perlu dibenahi, antara lain kamar, dapur, dan kamar mandi.
“Rumah ini kerangkanya sudah bagus, tapi belum layak huni karena kamarnya belum terbentuk dengan baik, dapurnya masih menjadi satu dengan ruang tamu, dan kamar mandinya masih menjadi satu dengan kandang ayam,” ujarnya.
Menurut Hasto, kondisi sanitasi menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kesehatan penghuni. Karena itu, perbaikan kamar mandi, pemisahan kandang hewan, serta kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dalam program perbaikan RTLH.
Salah satu penerima manfaat, Wahyu Bawono (54), mengaku telah tinggal di rumah tersebut sejak 1982. Rumah itu merupakan peninggalan orang tuanya dan kini ditempati bersama seorang keponakan.
Wahyu yang bekerja sebagai petugas parkir swasta mengatakan bagian samping rumah mengalami kerusakan dan kerap bocor ketika hujan. Air hujan bahkan dapat langsung masuk ke dalam rumah.
“Kalau hujan, langsung masuk. Harapannya setelah diperbaiki rumah tidak lagi bocor,” ujarnya.
Penerima manfaat lainnya, Yeni Nurkana (49), merupakan warga Kelurahan Tahunan yang tinggal bersama dua anaknya. Yeni sehari-hari bekerja sebagai penjahit dengan meneruskan usaha milik almarhum suaminya.
Yeni mengatakan rumahnya belum pernah direnovasi sejak dibangun. Kerusakan terutama terjadi pada bagian atap yang mulai turun dan rawan ketika terkena angin maupun hujan.
“Bagian atap kalau hujan. Atapnya sudah turun semua dan kena angin,” katanya.
Melalui program tersebut, bagian atap rumah dan kamar mandi Yeni akan diperbaiki. Ia bersyukur mendapat dukungan dari pemerintah, warga, panitia, serta pihak swasta.
“Alhamdulillah, matur nuwun sanget untuk semua pihak, Bapak Wali Kota, panitia, warga, dan BSI. Semoga bantuan ini bermanfaat, berkah, dan barokah untuk semuanya,” ujarnya. ***







