HeadlineNews

Penghulu KUA Mantrijeron Bekali Pengantin dengan Empat Fondasi Keluarga Harmonis

JOGJA PUSARAN ONLINE-Peran penghulu tidak berhenti pada membimbing prosesi akad nikah. Lebih dari itu, penghulu turut memberikan bekal dan penguatan kepada pasangan agar mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Pesan tersebut disampaikan Penghulu KUA Mantrijeron, Mu’inan, S.H.I., M.S.I., saat memimpin akad nikah Ajeng Noor Zulaiha dan Robi Nurharyanto di Gedung Serbaguna Mantrijeron (GSM), Sabtu (5/9/2026).

Dalam nasihat pernikahannya, Mu’inan mengajak kedua mempelai memahami bahwa akad merupakan awal perjalanan panjang yang membutuhkan komitmen, kesabaran, komunikasi, dan kemampuan saling menerima.

Ia mengutip hikmah klasik yang dinukil Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulumiddin tentang empat karakter yang menjadi fondasi keharmonisan rumah tangga: menghadirkan keceriaan ketika pulang, menjaga rahasia rumah tangga, mensyukuri apa yang dimiliki, serta tidak menuntut sesuatu yang belum ada.

“Rumah tangga tidak dibangun dengan mencari pasangan yang sempurna, tetapi dengan kesediaan untuk saling menerima, menjaga, dan bersama-sama menumbuhkan kebaikan,” pesan Mu’inan.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut bukan hanya menjadi pedoman bagi suami, tetapi juga bagi kedua pasangan. Saling menghormati, menjaga kehormatan pasangan, dan membangun komunikasi yang sehat menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang kokoh.

Pembinaan melalui nasihat pernikahan ini menjadi bagian dari ikhtiar KUA Mantrijeron dalam memperkuat ketahanan keluarga. Dengan bekal keagamaan dan pemahaman kehidupan berumah tangga, pasangan pengantin diharapkan tidak hanya siap memasuki kehidupan baru, tetapi juga mampu merawatnya dalam jangka panjang.

Akad nikah Ajeng dan Robi ditutup dengan doa agar keduanya senantiasa diberi keberkahan, ketenangan, dan kebahagiaan serta dipertemukan dalam kebaikan hingga akhir hayat.***

Related Posts

1 of 34